Terbaik: 5 Emulator Android untuk Linux


rumahlinux.site Sama halnya seperti komputer PC atau Laptop, perangkat berbasis Android juga butuh sebuah sistem operasi. Populernya, banyak diantara mereka memakai OS Windows. Namun, tidak jarang juga memilih Linux. Berikut adalah emulator Android untuk Linux terbaik dan bisa Anda coba.

rumahlinux.site
Genymotion
Bagi pengguna Linux, Genymotion mungkin sudah tidak asing lagi bertindak sebagai emulator perangkat berbasis Android dan memegang predikat sebagai yang terpopuler. Fitur antarmuka dihadirkan dengan begitu cantik. Serta kelebihan lainnya yaitu bisa membuat perangkat virtual.
Saat Anda ingin mencoba aplikasi yang disediakan oleh Google PlayStore, bisa langsung menekan tombol di dalamnya dalam beberapa kali klik dengan mengikuti perintah sesuai petunjuk. Setelahnya Open Gapps akan terinstal.
Keunggulan dari Genymotion yang lain selain bisa mendownload dan mencoba beragam apps yaitu, Anda bisa menguji aplikasi buatan sendiri. Fitur disediakan di sini kebanyakan berupa pengembangan dan dalam dukungan penuh sistem operasi milik Android serta bisa dijalankan dengan cepat.
ARChon
Proyek satu ini unggul sebab tidak diperlukan lagi saat menjalankan, atau bahkan membuat mesin virtual pada Android untuk dapat menikmatinya di komputer personal maupun laptop. Anda cukup mengoperasikan hanya lewat browser Chrome dengan mudah.
ARChon sendiri merupakan proyek dengan nama panjang Android Runtime for Chrome. Banyak orang belum tahu bahwa proyek ini besutan Google. Menjadi salah satu emulator Android untuk Linux yang dibuat khusus untuk Chrome ,sehingga tidak bisa dijalankan di sistem operasi lain.
Sayangnya, kekurangan dari emulator ini yakni, Anda tidak bisa merasakan apikasi-aplikasi di PlayStore secara maksimal, meskipun ARChon dibuat oleh Google sendiri. Setidaknya, tidak perlu mesin virtual untuk merasakan Android pada perconal komputer maupun laptop berbasis Linux.
Android x-86
Alternatif lain yang bisa dicoba untuk merasakan Android lewat komputer dengan OS Linux yaitu Android x-86. Mungkin masih terbilang proyek pengembangan baru untuk persaingan di pasar teknologi, namun keunggulannya tidak dapat diragukan.
Android x-86 merupakan port yang dibuat untuk CPU x86 sendiri. Penggunaannya bisa di hampir seluruh laptop serta komputer personal. Anda juga bisa menggunakannya dengan mudah sebagai mesin virtual. Namun, harus disokong bantuan Vmware maupun Virtual Box saat menjalankannya.
Tidak perlu takut atau khawatir kalau Anda akan kesulitan untuk merasakan aplikasi-aplikasi dalam Google PlayStore. Android x-86 juga dilengkapi dengan hal itu setelah mengatur perangkat virtualnya. Kekurangannya, tidak semua bisa dijalankan dan alangkah baiknya kalau dicoba terlebih dahulu.




Android SDK
Emulator Linux satu ini juga layak untuk diacungi jempol, meskipun menjalankannya harus menggunakan mesin virtual. Anda sangat dimungkinkan agar bisa menjalankan beragam versi  Android di sini, mulai dari Lollipop hingga Pie. Tentunya, proyek ini didukung penuh oleh pihak Google.
Caranya cukup mudah, Anda hanya perlu mendownload emulator ini lalu masuk ke bagian perangkat. Setelahnya, klik AVD Manager agar bisa membuat perangkat virtualnya. Kemudian, sudah siap menikmati Android lewat Linux. Tetapi, banyak yang menyayangkan kalau jenis ini berjalan cukup lambat.
Tidak perlu berkecil hati, dengan emulator ini pun Anda masih bisa menikmati hal lain yang sangat menarik untuk di explore. Seperti menjalankan versi virtual dari Android TV hingga sistem operasi milik Wear. Sehingga, aplikasi besutan Google pun bisa dijelajahi melalui Linux.
Anbox
Singkatan dari emulator di atas yaitu, Android in a Box. Sama dengan definisi proyeknya, dimana dapat menjalankan sistem operasi yang biasanya berada di gadget tersebut melalui komputer personal maupun laptop modern dengan Linux di dalamnya.
Kelebihannya yakni, perangkat virtual ini dilengkapi dengan adanya kernel yang bisa langsung terhubung pada perangkat keras komputer dan laptop. Merupakan sebuah kemajuan karena dinilai lebih cepat daripada pendekatan emulator lainnya.
Sayangnya, emulator ini tidak dilengkapi dengan Google PlayStore di dalamnya. Meskipun bisa menjalankan aplikasi-aplikasi aman tanpa takut terganggu dengan yang lainnya. Sehingga, mengharuskan Anda mencari sendiri serta menginstalnya secara manual.
Bagi para penguji aplikasi, terutama mereka dengan komputer personal maupun laptop berbasis Linux tidak perlu lagi merasa khawatir akan terbatasi atau harus mengganti sistem operasinya. Daftar emulator Android untuk Linux di atas bisa Anda coba. 
Selamat Mencoba - rumahlinux.site


Belajar dari Rumah, Ya... di Rumah Linux aja...

0 Response to "Terbaik: 5 Emulator Android untuk Linux"

Posting Komentar